Monday, August 31, 2015

Studi Ungkap Minum 500 ML Air Putih Sejam Sebelum Makan Bantu Pangkas Bobot

By : Nanadiana 

Agen Pkr -Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Obesity menyebutkan bahwa minum 500 ml air putih sekitar 1-1,5 jam sebelum makan utama dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

"Minum setengah liter air putih, sebelum makan utama tiga kali sehari, benar dapat membantu mengurangi berat badan Anda. Demikian yang didapatkan dari hasil studi ini," tutur Helen Parretti, peneliti sekaligus dosen di University of Birmingham.

Dalam studi ini, Parretti melibatkan setidaknya sekitar 84 responden dewasa. Kelompok pertama atau sebanyak 41 orang di antaranya diminta untuk minum sesuai ketentuan tersebut sebelum makan, sementara sisanya masuk di kelompok kedua yakni sekitar 43 orang yang diminta untuk berimajinasi bahwa mereka sudah kenyang sebelum makan.
Setelah itu, berat badan dan aktivitas mereka dipantau selama sekitar 12 pekan. Setiap peserta diberi konsultasi manajemen berat badan, di mana mereka mendapatkan informasi mengenai gaya hidup, pola makan dan tingkat aktivitas fisik.

Hasilnya, mereka yang berada pada kelompok pertama rata-rata memiliki penurunan berat badan 4,3 kg atau 1,3 kg lebih banyak daripada mereka yang berada pada kelompok kedua.

"Ketika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat, trik ini tampaknya dapat membantu orang-orang untuk mencapai penurunan berat badan ekstra pada tingkat yang moderat dan sehat," tegas Parretti.

Sunday, August 30, 2015

Seputar Fakta Orientasi Seksual Wanita

 By : Nanadiana

 
   Agen 13 -Orientasi seksual perempuan mungkin sebagian dipengaruhi oleh beberapa pilihan mereka. Dalam sebuah penelitian terbaru, perempuan dikatakan cenderung lebih fleksibel daripada laki-laki dalam orientasi seksual mereka. Wanita dalam penelitian ini dikatakan hampir tiga kali lebih mungkin dibandingkan pria mengalami perubahan dalam orientasi mereka.
Dilansir FoxNews, itu tidak berarti bahwa lesbian atau biseksual akan tetap bertahan dalam kehidupan seorang wanita. Menurut penulis studi Elizabeth Aura McClintock, seorang sosiolog di University of Notre Dame di North Bend, Indiana, berpendapat bahwa oreientasi seksual wanita berubah bukan karena tekanan dari lawan jenisnya.

"Saya tidak mengklaim bahwa wanita menjadi lesbian karena mereka tidak cukup menarik untuk mendapatkan laki-laki," kata McClintoc.
"Seorang wanita tidak memiliki kesempatan untuk bermitra dengan sesamanya karena mereka terjebak dalam tekanan hetero-normativitas atau tekanan untuk mematuhi norma-norma yang berlaku,"

Sebaliknya, studi ini menunjukkan bahwa perempuan yang dinilai kurang menarik mungkin merasa sedikit terbebas tekanan dan norma-norma sosial dan agama, sehingga ia begitu bebas untuk mengeksplorasi atraksi sesama jenis.
Menurut McClintock, wanita yang berpendidikan tinggi umumnya dinilai lebih menarik karena mereka lebih mungkin untuk menilai diri mereka sebagai heteroseksual. Sedangkan pria yang kurang memiliki pendidikan, mungkin cenderung mengidentifikasi dirinya sebagai seorang pria, ayah dan tidak berpikir melirik sesama jenisnya.

Orientasi seksual dibangun secara sosial, mirip dengan konsep ras. Jika itu yang terjadi, maka lingkungan wanita dapat mempengaruhi apakah ia akan tertarik dengan sesama wanita atau dengan pria. Namun itu tidak berarti bahwa wanita memutuskan untuk menjadi gay atau biseksual.
"Perempuan yang awalnya sukses dalam bermitra dengan laki-laki, akan lebih konvensional dalam menanggapi persoalan heteroseksual ini, ia mungkin tidak pernah mengeksplorasi daya tarik mereka untuk perempuan lain. Namun, wanita dengan atraksi seksual yang sama, memiliki kemungkinan lebih besar untuk bereksperimen dengan sesama jenis wanita. Wanita yang bertindak atas ketertarikan sesama jenis lebih mungkin untuk menggabungkan seksualitas sesama jenis menjadi identitas seksual mereka," kata McClintock.